Berawal dari Turnamen, Hampir Tiap RT di Sumber Sari Kini Punya Lapangan Voli
Kepala Desa Sumber
Sari, Sutarno. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Turnamen voli antar-RT yang digelar Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), tahun 2026 memicu antusiasme warga untuk mengembangkan olahraga tersebut.
Dari kegiatan itu,
hampir setiap RT kini memiliki lapangan voli yang dimanfaatkan untuk latihan
dan aktivitas olahraga masyarakat.
Kepala Desa Sumber
Sari, Sutarno mengatakan, turnamen tersebut menjadi awal meningkatnya minat
masyarakat terhadap olahraga voli.
Kompetisi dibuat
khusus bagi warga desa dengan tidak memperbolehkan setiap RT mengambil pemain
dari luar.
“Tahun kemarin kami
mengadakan pertandingan voli Sumber Sari antar-RT. Tidak boleh mengambil pemain
luar, karena sifatnya pembinaan untuk warga kita sendiri,” ujarnya saat
dihubungi pada Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, kompetisi
tersebut kemudian memicu semangat warga untuk rutin berlatih.
Sejumlah kelompok
bahkan mulai membangun lapangan secara mandiri dan mendatangkan pelatih untuk
meningkatkan kemampuan pemain.
“Dari situ semangat
mereka terpacu untuk latihan. Saya sempat sampaikan, nanti tahun depan kita
anggarkan lagi untuk turnamen yang lebih meriah. Akhirnya ada yang membuat
lapangan dan mendatangkan pelatih,” ucapnya.
Ia menyebut saat ini
hampir setiap RT di Desa Sumber Sari sudah memiliki lapangan voli.
Aktivitas olahraga
juga berlangsung pada sore hingga malam hari, termasuk latihan yang melibatkan
anak-anak.
“Kadang sore, kadang
malam. Di depan kantor desa itu kadang malam untuk latihan, sore untuk latihan
anak-anak juga,” jelasnya.
Meski fasilitas
olahraga terus bertambah, pembinaan dari pemerintah desa secara khusus belum
berjalan.
“Sementara ini
pembinaan dari desa belum. Tapi kita rencanakan mulai tahun depan, sekalian
kita akan pembinaan. Sekarang pembinaannya masing-masing grup,” ungkapnya.
Pemerintah Desa
Sumber Sari juga berencana kembali menggelar turnamen voli antar-RT tahun ini.
Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian anggaran.
Ia mengatakan
antusiasme masyarakat untuk kembali mengikuti turnamen cukup tinggi, sejumlah
warga bahkan sudah menanyakan kapan kompetisi kembali digelar.
“Tahun ini kan kami
ada rencana juga untuk turnamen, cuma anggarannya belum turun,” tuturnya.
Ia menegaskan
pemerintah desa tetap berkomitmen melanjutkan kegiatan tersebut, tetapi tidak
ingin mendahului pelaksanaan sebelum memastikan ketersediaan anggaran.
“Kami memang sudah
komitmen untuk itu. Tinggal menunggu pelaksanaan, karena kita terbentur
anggaran. Sekarang enggak boleh kita dahulukan, takutnya uangnya enggak ada,”
sebutnya.
Melihat antusiasme
masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali
Husni menyambut positif berkembangnya aktivitas olahraga di tingkat desa.
Menurutnya, tumbuhnya
lapangan dan kegiatan voli dari lingkungan masyarakat menunjukkan adanya minat
olahraga yang dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet sejak tingkat bawah.
“Kami tentu menyambut
baik antusiasme masyarakat seperti ini. Olahraga yang tumbuh dari lingkungan
desa merupakan bagian penting dalam membangun budaya olahraga di masyarakat,”
ujarnya.
Ia berharap aktivitas
tersebut dapat terus dijaga dan tidak berhenti pada kegiatan pertandingan
semata.
Keberadaan komunitas dan fasilitas olahraga di desa, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi generasi muda.
“Harapannya kegiatan
seperti ini bisa terus berkelanjutan, sehingga anak-anak muda memiliki ruang
untuk berolahraga, berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka,” pungkasnya.
(Kriz)